Sejarah Singkat Pemberontakan- Pemberontakan DI/TII & PKI
Pemberontakan – pemberontakan Sejak 1945 selayang pandang
A.
DI/TII
Pemberontakan DI/TII
ini mengunakan agama sebagai motif. S.M Kartosuwiryo mengumumkan dirinya
sebagai “imam” dari Negara Islam Indonesia pada bulan Mei 1948. Pertentangan
dengan RI muncul setelah adanyanya perjanjian Renville, setelah itu terjadi
pertempuran antara TII dengan Republik Indonesia yang berlangsung selama 10
tahun. Dan berakhir ketika tertangkapnya Kartosuwiryo di bukit Geber antara
Bogor dan Cianjur. DI/TII sendiri tidak hanya ada di Jawa Barat tetapi beberapa
tempat seperti Aceh yang dipimpin oleh Daud Bareu’eh , Sulawesi Selatan
Pemberontakan Kahar Muzakar dipicu oleh kecemburuan Knil terhadap TNI
B. PKI (Partai Komunis Indonesia)
Peristiwa
serupa terjadi di Pesisir Jawa Tengah yang terkenal dengan nama Tiga Daerah.
Pekalongan menjadi tempat pertempuran antara Pemuda dan Pamong Praja. Gagasan
revolusi sosial menjadi pertimbangan beberapa tokoh politik seperti Tan Malaka.
Puncak perkembangan ini pada 3 Juli 1946 terjadi penagkapan tokoh penting
termasuk Tan malaka.
Perlawanan lebih serius ketika meletusnya
pemberontakan
Kekuatan Komunis mulai tampak lagi pada tahun 1955
menjadi tantangan terberat oleh militer. PKI makin berani menampakan diri dan
sasaran yang dituju kepada pimpinan militer yang terjadi pada malam 30 Oktober
1965 yang terkenal dengan nama Gestapu. Faktor kepemimpinan presiden Soekarno
patut mendapat perhatian khusus. Sebab pernannya turut mempengaruhi beberapa
peristiwa pemberontakan. Suatu Studi mengenai motivasi pemimpin pemberontakan,
serta mengenai daya tarik terhadap masyarakat bersangkutan yang mendukung
pemberontakan itu, kiranya bisa menemukan indikator keresahan dan aspirasi
masyarakat setempat yang mendorong mereka untuk nekad memilih jalan
pemberontakan.
Kita sebagai bangsa Indonesia harus mampu
menyalurkan semua kekuatan dan aspirasi sebagai sumber-sumber dinamika untuk
membangun masyarakat Indonesia yang modern, adail , makmur, dan lestari
berdasarkan pancasila dengan menghindarkan pemberontakan –pemberontakan yang
seperti telah kita alami dimasa lalu hanya menghambur-hamburkan potensi
nasional kita.
Komentar
Posting Komentar